Sumberbutuh Kidangbang: Menyelami Budaya dan Merawat Tradisi

  • Jul 14, 2025
  • FBD 18 Kidangbang
  • Sosial Masyarakat, FBD Kelompok 18 FISIP UB 2025

Kidangbang, 14 Juli 2025 — Di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, terdapat sebuah sumber mata air. Tidak hanya terdapat sumber air disana, terdapat petilasan atau bisa disebut goa kecil yang dianggap sakral yang dikenal dengan nama Sumberbutuh. Sekilas, tempat ini mungkin terlihat biasa saja. Sumberbutuh menyimpan banyak cerita, bukan hanya soal mata air dan petilasan, tapi juga soal sejarah, kepercayaan, dan bagaimana orang-orang desa menjaga warisan leluhur dengan hati. Tempat ini dipercaya sakral oleh masyarakat setempat karena masyarakat menganggap bahwa ada beberapa hal mistis di dalamnya.

Beberapa tahun lalu, tak banyak orang yang peduli dengan Sumberbutuh. Tempat ini nyaris dibiarkan begitu saja. Sekitar tahun 2015, salah satu warga Desa Kidangbang mulai mengelola tempat ini. “Tahun 2015 mulai dikelola dan dirawat” ungkapnya. Beliau kerap di sapa Gus Der, hingga saat ini Gus Der masih aktif dalam mengelola Sumberbutuh. Tidak hanya Gus Der yang merawat dan mengelola, ada beberapa warga setempat yang membantu. Bersama warga, Gus Der membersihkan area sekitar sumber, merapikan jalur pejalan kaki, merawat pepohonan, dan menjaga kebersihan mata air agar tetap jernih. Ia juga turut memfasilitasi kegiatan spiritual maupun budaya yang diadakan di sana.

Kelompok 18 FBD Universitas Brawijaya yang tengah melaksanakan KKN di Desa Kidangbang, Kabupaten Malang membuat artikel dan infografis mengenai Sumberbutuh dengan judul “Menghargai Tradisi: Sumber Butuh Kidangbang”. Kampanye ini mengangkat pentingnya menjaga dan menghormati Sumber Butuh sebagai salah satu situs sakral yang menjadi bagian penting dari warisan budaya desa. Kelompok 18 FBD Kidangbang menggali data mengenai Sumberbutuh ini melalui Gus Der sebagai salah satu tokoh masyarakat yang mengurus Sumberbutuh. 

Menurut Gus Der Sumberbutuh mulai dikelola dan dirawat sejak tahun 2015. Jalanan menuju Sumberbutuh mulai di cor sehingga mudah menuju ke lokasi. Di sumberbutuh sering digunakan untuk acara adat desa seperti suroan, bantengan, dsb. Melalui peran aktif tokoh masyarakat dan generasi muda, diharapkan Sumberbutuh dapat terus dijaga kebersihannya dan selalu di hormati nilai sakral yang ada di dalamnya. Kelompok 18 KKN FBD Universitas Brawijaya sudah membuat artikel dan infografis yang dapat di akses pada link berikut : 

infografis  : Infografis Sumberbutuh

link artikel : Artikel Sumberbutuh

 

Artikel ini ditulis oleh : Anggota kelompok 18 (Khansa Lintang)

Credit photo                : Kelompok 18 FBD Universitas Brawijaya