KDMP Se-Kec. Wajak hadiri Sosialisasi Koperasi Desa Merah Putih Bersama Bunda Jajuk Rendra Kresna di Turen

  • Mar 08, 2026
  • Didik Ismanadi

Upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya melalui penguatan kelembagaan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Dalam semangat tersebut, sebuah kegiatan sosialisasi bertajuk “Posisi Koperasi Desa Merah Putih dalam Menumbuhkembangkan Ekonomi Desa” sukses diselenggarakan pada Jumat, 6 Maret 2026 di Hallroom Hamur Pedes, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Jajuk Rendra Kresna, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem periode 2024–2029. Acara tersebut menghadirkan pengurus inti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari berbagai desa di Kabupaten Malang, khususnya para ketua dan sekretaris koperasi yang menjadi garda terdepan dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Diselenggarakan oleh Perkumpulan Propublic Aspirasi Nusantara, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi kebijakan, tetapi juga ruang dialog yang mempertemukan unsur legislatif, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku koperasi desa. Melalui pertemuan ini diharapkan lahir pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Desa

Koperasi sejak lama dikenal sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Berbeda dengan model ekonomi yang berorientasi pada keuntungan semata, koperasi dibangun atas dasar prinsip kebersamaan, partisipasi anggota, serta pembagian manfaat yang adil. Dalam konteks desa, keberadaan koperasi memiliki peran yang sangat strategis. Selain menjadi lembaga ekonomi yang memfasilitasi aktivitas usaha masyarakat, koperasi juga berfungsi sebagai wadah pemberdayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga secara kolektif.

Melalui sosialisasi ini, Bunda Jajuk menegaskan bahwa koperasi desa harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat, koperasi tidak lagi cukup hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam atau perdagangan sederhana. Koperasi harus mampu mengelola potensi desa secara lebih profesional dan berorientasi pada pengembangan usaha yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, koperasi desa dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Sosialisasi yang Menghadirkan Perspektif Pemerintah dan Akademisi

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang koperasi dan pengembangan ekonomi daerah.

Materi pertama disampaikan oleh Tito Fibrianto Hadi Prasetya, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan penguatan koperasi di daerah. Beliau memaparkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan koperasi, mulai dari regulasi, pembinaan manajemen, hingga akses terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, ia juga menyinggung maraknya informasi yang kurang tepat mengenai program koperasi yang beredar di media sosial. Oleh karena itu, forum sosialisasi seperti ini menjadi penting agar pengurus koperasi mendapatkan informasi yang valid langsung dari sumber resmi. Sesi ini juga diwarnai dengan diskusi yang cukup intens. Para pengurus koperasi menyampaikan berbagai pertanyaan terkait persoalan yang mereka hadapi di lapangan, termasuk kendala teknis dalam pengelolaan koperasi maupun pembangunan fasilitas seperti gedung KDMP. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa para pengurus koperasi memiliki antusiasme tinggi untuk mengembangkan organisasi mereka, meskipun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Baca Selengkapnya.....