Srawung Ndelok Film Bantengan: Merawat Sukma Budaya Lewat Layar Sinema

  • Jul 26, 2025
  • FBD 18 Kidangbang
  • Edukasi, Sosial Masyarakat, FBD Kelompok 18 FISIP UB 2025

Kidangbang, 26 Juli 2025 - Mahasiswa KKN FISIP Bakti Desa Universitas Brawijaya Kelompok 18 menggelar acara kumpul bersama bertajuk Srawung Ndelok Film Bantengan, sebuah ruang srawung (berkumpul dan bersilaturahmi) sambil menonton film dokumenter berjudul “Sukmo Bantengan”.

Acara ini diadakan sebagai bentuk upaya kecil merawat budaya lokal, khususnya kesenian Bantengan, yang menjadi salah satu warisan kultural di desa Kidangbang. Melalui medium film dokumenter, mahasiswa KKN FISIP Bakti Desa mengajak warga, hingga para pegiat budaya untuk duduk bersama, mendengar cerita, dan berbagi pandangan tentang makna serta nilai yang tersimpan di balik pertunjukan Bantengan.

Film “Sukmo Bantengan” sendiri mengisahkan perjalanan sebuah kelompok Bantengan di Desa Kidangbang, yaitu Kelompok Bantengan Putra Mataram Baladewa (PMB). Dari proses kreatif, semangat gotong royong, hingga tantangan yang dihadapi di era modern semuanya dirangkai menjadi refleksi tentang bagaimana tradisi ini bertahan, menyesuaikan diri, dan tetap hidup di tengah masyarakat. Tidak hanya film dokumenter, mahasiswa KKN FISIP Bakti Desa juga menayangkan video kreatif berupa video Company Profile desa Kidangbang dan video Hari Anak Nasional sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah dilakukan antara mahasiswa dengan warga desa Kidangbang.

Melalui Srawung Ndelok Film Bantengan, kami berharap semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kebudayaan lokal bisa tumbuh lebih luas. Bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang diskusi, bertukar cerita, dan merangkai mimpi agar Bantengan terus lestari.

Artikel ini ditulis oleh Gusti Ayu Putri Ambarwati

Credit Photo: Gusti Ayu Putri Ambarwati