KIM Ikidangbang: Menguatkan Literasi Digital di Tengah Era Informasi
- Dec 15, 2024
- Didik Ismanadi
- KIM
Lokasi Kegiatan: Aston Hotel Sidoarjo
Tanggal Kegiatan: Dec 06, 2024
Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Ikidangbang, salah satu perwakilan dari 18 KIM Kabupaten Malang, baru saja menghadiri acara Sosialisasi Literasi Digital Masyarakat. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur dengan mengusung tema yang relevan di era digital, yakni Cek Fakta Dalam Implementasi UU No. 27 Tahun 2022.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten, yakni perwakilan dari Komunitas Mafindo Surabaya dan praktisi hukum Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dari Universitas Narotama. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap literasi digital, khususnya terkait fakta dan hoaks.
Persiapan Menuju Sosialisasi
Dalam persiapan menuju acara, KIM Ikidangbang tidak sendirian. Kami ditemani KIM Gedang Media, komunitas serupa dari Kabupaten Malang. Sebagian besar peserta berangkat menggunakan layanan transportasi commuter line, sementara yang lainnya memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi.
Sebelum acara dimulai, kedua komunitas ini menyempatkan diri untuk menikmati kopi pagi bersama di lokasi yang telah disepakati. Obrolan ringan dengan perwakilan humas Diskominfo Kabupaten Malang menghiasi momen tersebut. Diskusi tidak hanya berputar pada kegiatan hari itu, tetapi juga menyentuh rencana Festival Kobarkan KIM Malang Makmur 2024 serta gagasan program-program strategis untuk masa depan.
“Ngopi pagi menjadi momen kecil tapi penting. Diskusi santai seperti ini sering kali memunculkan ide-ide segar untuk memperkuat peran KIM di masyarakat,” ungkap salah satu anggota KIM Ikidangbang.
Dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur
Acara resmi dimulai pada pukul 09.00 WIB, ditandai dengan sambutan dari Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi digital untuk membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu menghadapi tantangan era informasi.
“Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan untuk memverifikasi fakta adalah senjata utama kita. Literasi digital bukan hanya tentang memahami teknologi, tetapi juga tentang bagaimana menggunakan teknologi secara bijak,” ujar beliau dalam pidatonya.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dipandu oleh seorang moderator. Narasumber pertama dari Komunitas Mafindo Surabaya memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya cek fakta. Dengan contoh-contoh kasus yang relevan, ia menunjukkan betapa mudahnya hoaks menyebar di masyarakat dan cara untuk mengidentifikasinya. Narasumber kedua, seorang praktisi hukum ITE, membahas aspek legal dari UU No. 27 Tahun 2022, yang mengatur berbagai isu terkait perlindungan data dan transaksi elektronik. Pengetahuan ini menjadi landasan penting bagi KIM dalam menjalankan perannya sebagai penyebar informasi yang bertanggung jawab.
Menggali Inspirasi dan Kolaborasi
Acara yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB ini ditutup dengan makan siang bersama. Dalam suasana santai, peserta tidak hanya menikmati hidangan yang disediakan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk saling bertukar cerita dan pengalaman. Momen ini menjadi ajang networking yang berharga, terutama bagi KIM Ikidangbang yang terus berusaha mengembangkan diri dan berkontribusi lebih besar untuk masyarakat Kabupaten Malang.
Sebelum pulang, para peserta menerima starter kit dan kompensasi transportasi dari panitia. Namun, semangat untuk terus belajar dan berinovasi adalah oleh-oleh paling berharga yang mereka bawa pulang.
Perjalanan Pulang yang Penuh Ide
Dalam perjalanan kembali ke Malang, KIM Ikidangbang dan KIM Gedang Media memutuskan untuk menumpang kendaraan milik KIM Sitirejo Wagir. Sepanjang perjalanan, diskusi hangat terus berlanjut. Mereka membahas berbagai potensi yang dimiliki masing-masing KIM, serta peluang kolaborasi yang bisa dijajaki untuk masa depan.
Obrolan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan tradisional, tetapi juga merambah ke isu-isu modern seperti perkembangan Artificial Intelligence (AI). Diskusi tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung peran KIM dalam menyampaikan informasi yang akurat menjadi salah satu topik menarik.
“AI memang menjadi tren, tapi bagaimana kita memanfaatkannya secara bijak adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama. AI bisa membantu kita, tetapi literasi manusialah yang tetap menjadi pondasi utama,” Celetuk salah astu penumpang di dalam kenaraan yang kami tumpangi
Menatap Masa Depan KIM dengan Optimisme
Kehadiran KIM Ikidangbang dalam acara sosialisasi ini bukan sekadar untuk belajar, tetapi juga untuk mempererat hubungan dengan KIM lain di Kabupaten Malang. Momen kebersamaan seperti ini semakin mengukuhkan pentingnya sinergi antar komunitas informasi masyarakat. Dengan bekal ilmu dari sosialisasi dan semangat kolaborasi yang terjalin selama perjalanan, KIM Ikidangbang optimis mampu membawa dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat. Mereka percaya, dengan literasi digital yang kuat, masyarakat tidak hanya akan lebih bijak dalam menghadapi arus informasi, tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Sebagaimana yang disampaikan oleh narasumber dalam acara tersebut, literasi digital adalah investasi untuk masa depan. Dan KIM, sebagai ujung tombak informasi masyarakat, memiliki peran krusial dalam membangun generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan semangat yang terus menyala, KIM Ikidangbang kini melangkah maju, membawa misi untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik di era digital.