Kontrol Aliran Sungai: Menjaga Keberlanjutan Irigasi Pertanian di Desa Kidangbang

  • Feb 17, 2025
  • Didik Ismanadi
  • KIM , Ketahanan Pangan, Lingkungan
Lokasi Kegiatan: Desa Kidangbang
Tanggal Kegiatan: Feb 15, 2025

Perjalanan Pagi yang Mengungkap Keprihatinan

Pada Sabtu, 15 Februari 2025, Ketua KIM Ikidangbang mengisi waktu pagi dengan kegiatan gowes seperti biasanya, menyusuri rute yang telah menjadi favoritnya. Dengan total jarak tempuh lebih dari 15 km, perjalanan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momen refleksi tentang kondisi lingkungan sekitar.

Dalam tiga kilometer terakhir, Ketua KIM memutuskan untuk melewati jalur yang menyusuri sumber mata air utama yang menyuplai irigasi pertanian di Desa Kidangbang. Mata air ini mendapatkan pasokan dari dua aliran sungai yang berasal dari Wilayah Desa Ngawonggo. Sepanjang perjalanan, ia mengamati kondisi aliran air yang cukup baik, meskipun debitnya tidak terlalu deras. Padahal, saat ini masih berada di musim penghujan. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri, karena dapat dipastikan saat musim kemarau tiba, debit air akan semakin berkurang secara signifikan.

Kondisi Vegetasi dan Tantangan di Sekitar Sungai

Di sepanjang aliran sungai menuju Desa Kidangbang, kondisi vegetasi tampak masih sangat baik. Keberadaan rimbunan pohon bambu di sekitar sungai memberikan dampak positif bagi kualitas air, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mengurangi penguapan air yang berlebihan. Namun, memasuki area pemukiman penduduk, perubahan yang kurang menguntungkan mulai terlihat. Beberapa bangunan semi permanen mulai berdiri di tepi aliran sungai, digunakan sebagai tempat MCK oleh warga sekitar.

Selain itu, ketika aliran air sampai di pintu masuk embung, aliran menuju saluran irigasi justru tidak terlalu deras. Hal ini mengindikasikan adanya hambatan di jalur distribusi air, yang mungkin disebabkan oleh sedimentasi, sampah, atau penyempitan saluran akibat pertumbuhan tanaman liar.

Perlunya Pengelolaan Sungai yang Berkelanjutan

Menjaga keberlanjutan aliran sungai menjadi tanggung jawab bersama. Diperlukan upaya kontrol dan pemeliharaan secara rutin, termasuk membersihkan sungai dari sampah serta memangkas tanaman liar yang menghalangi aliran air. Selain itu, penting untuk terus menggalakkan pelestarian vegetasi di sekitar mata air, mengingat peran vitalnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Pemerintah desa bersama komunitas lokal perlu berkolaborasi dalam merancang kebijakan yang mendukung konservasi sumber daya air. Kampanye kesadaran lingkungan juga harus digalakkan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga sungai tetap bersih dan bebas dari aktivitas yang dapat mengurangi kualitas air.

Kesimpulan

Perjalanan pagi Ketua KIM Ikidangbang memberikan gambaran nyata tentang kondisi sumber daya air di Desa Kidangbang. Meskipun aliran sungai masih cukup baik, beberapa tantangan seperti penyempitan aliran, pemanfaatan area sungai untuk banguna mck, serta potensi penyusutan debit air menjadi hal yang harus diantisipasi. Dengan kerja sama dan kesadaran masyarakat, pengelolaan sungai yang berkelanjutan dapat terwujud, sehingga irigasi pertanian tetap terjaga dan keseimbangan lingkungan tetap terpelihara.