Pelatihan Budidaya Itik Serati: Upaya Pemerintah Desa Kidangbang dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan

  • Feb 03, 2025
  • Didik Ismanadi
  • Masyarakat, Ketahanan Pangan
Lokasi Kegiatan: Balai Desa Kidangbang
Tanggal Kegiatan: Feb 03, 2025

Pada hari Senin, 3 Februari 2024, Pemerintah Desa Kidangbang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dengan menggelar pelatihan budidaya Itik Serati. Unggas yang lebih dikenal dengan sebutan mentok (Cairina moschata) ini merupakan salah satu sumber protein hewani yang bernilai ekonomi tinggi. Itik Serati banyak dipelihara untuk dimanfaatkan daging serta telurnya, sehingga dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Istilah "mentok" sendiri berasal dari bahasa Jawa, meskipun di berbagai daerah di Indonesia unggas ini dikenal dengan sebutan yang berbeda. Keunggulan Itik Serati dibandingkan unggas lainnya terletak pada daya tahan tubuhnya yang lebih kuat serta kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan. Oleh karena itu, budidaya Itik Serati dinilai sangat potensial untuk dikembangkan di Desa Kidangbang.

Kolaborasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Malang

Dalam program ketahanan pangan berbasis unggas ini, Pemerintah Desa Kidangbang bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Malang. Kerja sama ini tidak hanya mencakup pemberian materi pelatihan, tetapi juga pemberian bantuan bibit mentok secara langsung kepada peserta pelatihan. Sebanyak 20 peserta dari empat dusun di Desa Kidangbang berkesempatan untuk mendapatkan pelatihan serta bibit unggas. Setiap peserta menerima 45 ekor anakan mentok, yang diharapkan dapat menjadi modal awal dalam usaha peternakan mereka.

Dalam sesi pelatihan, peserta diberikan pemahaman mengenai manajemen pemeliharaan unggas, termasuk teknik pemberian pakan yang tepat, perawatan kandang, serta langkah-langkah pencegahan penyakit. Pelatihan ini menjadi sangat penting mengingat banyak masyarakat desa yang belum memiliki pengalaman dalam beternak Itik Serati secara intensif.

Dukungan Pemerintah Desa Kidangbang

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Kidangbang, Bapak Daman Tri Wahyudi, yang secara langsung membuka acara dan memberikan motivasi kepada para peserta. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai bagian dari ketahanan desa. “Peternakan rakyat harus menjadi solusi bagi kesejahteraan masyarakat. Kita tidak bisa hanya bergantung pada pasokan pangan dari luar, tetapi harus mampu memanfaatkan sumber daya lokal dengan optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau juga menekankan bahwa budidaya unggas seperti Itik Serati tidak hanya dapat menjadi sumber pangan bagi keluarga, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan manajemen yang baik, peternak dapat menjual hasil panen berupa telur maupun daging mentok ke pasar yang lebih luas, sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi rumah tangga.

Harapan dan Keberlanjutan Program

Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Kidangbang dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan protein hewani serta memiliki sumber pendapatan tambahan dari hasil ternak. Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan dan pemberian bibit, tetapi juga akan terus dipantau dan dievaluasi oleh pemerintah desa. 

Ke depan, pemerintah desa berencana untuk memberikan bimbingan teknis secara berkala serta membantu pemasaran hasil ternak ke pasar yang lebih luas. Dengan demikian, para peternak pemula tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mendapatkan dukungan dalam mengembangkan usahanya.

Dengan adanya inisiatif seperti ini, Desa Kidangbang semakin menunjukkan jati dirinya sebagai desa yang mandiri dan inovatif dalam sektor ketahanan pangan. Semoga program ini dapat memberikan manfaat yang luas dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokalnya.

Credit Photo : Della