Samdes Gotro Wajak: Menggali Potensi Desa dan Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

  • Jan 22, 2025
  • Didik Ismanadi
  • Masyarakat
Lokasi Kegiatan: Kecamatan Wajak
Tanggal Kegiatan: Jan 17, 2025

Pada hari Jumat, 17 Januari 2025, Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M., menghadiri kegiatan Sambang Desa Gotong Royong (Samdes Gotro) yang ke-12, bertempat di wilayah Kecamatan Wajak. Acara ini dirancang sebagai wadah untuk mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus mengevaluasi berbagai permasalahan dan potensi yang ada di wilayah tersebut. Kehadiran ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam setiap rangkaian kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pengecekan kesehatan di Balai Desa Sukolilo. Pelayanan kesehatan ini tidak hanya diikuti oleh rombongan Bupati, tetapi juga masyarakat setempat, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan warganya. Langkah ini mencerminkan upaya konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Setelah sesi pemeriksaan kesehatan, Bupati Malang melanjutkan agendanya dengan berdialog bersama seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Wajak. Dalam pertemuan ini, berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat dibahas secara mendalam. Isu-isu seperti pengelolaan sumber daya alam, infrastruktur desa, hingga peluang pengembangan wisata lokal menjadi fokus diskusi. Tak hanya membahas kendala, dialog ini juga menggali potensi besar yang dimiliki Kecamatan Wajak, seperti pengembangan sektor pariwisata dan pertanian.

Dalam kegatan ini, Bupati Malang didampingi oleh anggota DPRD Kabupaten Malang, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, jajaran Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wajak, serta seluruh Kepala Desa di Kecamatan Wajak. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat desa untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Bupati dan rombongan meninjau sejumlah lokasi strategis di Kecamatan Wajak yang menjadi fokus pengembangan. Total ada 12 titik yang dikunjungi dalam rangkaian ini, yang masing-masing memiliki potensi unggulan:

  1. Desa Wisata Gentong Mas: Lokasi ini menawarkan potensi wisata berbasis kearifan lokal yang menarik untuk dikembangkan.
  2. Budidaya Rumput Tanam di Kampung Wisata Agro, Desa Sukolilo: Budidaya ini menjadi contoh konkret pemberdayaan masyarakat melalui sektor agribisnis.
  3. SDN 1 Kidangbang: Bupati meninjau fasilitas pendidikan dasar, memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak terpenuhi.
  4. Kampung Wisata Ikan Kajaran: Sebagai pusat wisata kuliner berbasis ikan, lokasi ini menunjukkan potensi besar untuk pariwisata kuliner yang berada di Dusun Baran Desa Sukoanyar.
  5. Budidaya dan Kerajinan Mendong di Kampung Agro Mendong: Sentra ini menjadi tempat pemberdayaan masyarakat melalui kerajinan tradisional berbasis mendong.
  6. Masjid Hidayatul Mubtadiin: Rombongan melaksanakan Sholat Jumat di masjid ini, tepatnya di desa Patokpicis, yang juga menjadi simbol pentingnya spiritualitas dalam kehidupan masyarakat.
  7. Kolam Ikan Pondok Pesantren Al Azhar: Bupati mengapresiasi kolaborasi pendidikan agama dan pemberdayaan ekonomi melalui kolam ikan ini. Pondok Pesantren ini berada di dusun Klakah Desa Patokpicis.
  8. Wisata Religi Makam Setyo Setuhu: Lokasi ini menawarkan potensi wisata religi yang dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah., berada di lereng gunung semeru tepatnya di Desa Bambang
  9. Kampung Wisata Sentra Anggrek: Desa Bambang menjadi pusat budidaya anggrek di kecamatan Wajak, lokasi ini memiliki daya tarik besar untuk penggemar tanaman hias.
  10. Kampung Wisata Agro Alpukat: Dengan produksi alpukat berkualitas, lokasi ini menjadi contoh sukses pengembangan agribisnis dusun Pandanrejo Desa Bambang
  11. Lumbung Pangan di Kampung Wisata Brawijaya Agroventura: Pusat pangan ini menjadi simbol kemandirian pangan masyarakat Desa Bambang.
  12. Kopirejo Hill Tourism: Destinasi wisata baru unggulan Desa Bambang yang menawarkan aktivitas trail dan offroad untuk para pecinta petualangan.

Kegiatan ini ditutup dengan kunjungan ke Kopirejo Hill Tourism. Destinasi ini merupakan tempat wisata baru yang dikembangkan sebagai magnet pariwisata Kecamatan Wajak. Dengan menawarkan pengalaman trail dan offroad, tempat ini diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Antusiasme masyarakat terhadap pengembangan destinasi ini menunjukkan harapan besar akan kemajuan ekonomi berbasis pariwisata.

Melalui kegiatan Samdes Gotro, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada peninjauan fisik, tetapi juga memberikan perhatian pada pembangunan manusia. Dengan mendekatkan diri kepada masyarakat, pemerintah Kabupaten Malang menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan harmonis dengan warga desa. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan yang berkelanjutan di Kecamatan Wajak.